Mengapa "Balancing Rotor" Wajib Dilakukan Setelah Rewinding?
Kamis, 26 Maret 2026
Penulis: Admin Asia Tiga Utama
0 kali
Berita ini dilihat
Banyak bengkel dinamo pinggir jalan yang melewatkan proses ini demi menekan harga. Padahal, Dynamic Balancing adalah syarat mutlak standar ISO 1940 untuk mesin rotasi.
Dampak Ketidakseimbangan (Unbalance)
Saat proses perbaikan, seringkali ada sisa varnish yang menempel tidak rata pada rotor, atau penggantian kawat yang mengubah distribusi berat. Jika rotor dipasang tanpa di-balancing, gaya sentrifugal akan menciptakan getaran hebat pada kecepatan tinggi (RPM tinggi).
Dampaknya:
- Umur bearing berkurang drastis (bisa hancur dalam 1-2 bulan).
- Konsumsi listrik meningkat karena motor bekerja lebih berat melawan getaran.
- Resiko as patah (Fatigue failure).
Di CV. Asia Tiga Utama, setiap pekerjaan overhaul dan rewinding yang melibatkan pelepasan rotor akan melalui proses balancing presisi di workshop kami sebelum dikembalikan ke pelanggan.
Blog Terkait
Mitos vs Fakta: Benarkah Rewinding Menurunkan Efisiensi Electro Motor?
1 month ago
Bahaya Asam pada Kompresor Chiller yang Terbakar (Hermetic Motor)
1 month ago
Rahasia Motor Awet: Metode Pencelupan Varnish Vakum (VPI) vs Celup Biasa
1 month ago
Rewinding vs Beli Baru: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Industri?
1 month ago
Upgrade Isolasi Class F ke Class H: Solusi Motor Awet di Lingkungan Panas
1 month ago